media sosial

Sebelum menganalisis ke enam jenis media sosial menurut Kaplan dan Haenlein, ada baiknya kita mengetahui sedikit mengenai penjelasan media sosial itu sendiri. Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.
1. Collaborative projects: (Wikipedia)
Dari pengertiannya collaborative projects adalah sebuah jenis media sosial yang di dalamnya menyajikan informasi yang biasa ditemui sebuah ensiklopedia, almanak, majalah spesialis, dan topik-topik berita yang masih hangat. Jadi bisa dikatakan media sosial ini mengkolaborasikan semua informasi yang berasal dari berbagai sumber ke dalam satu media. Dari perkembangannya, penulis mengambil contoh wikipedia yang pada awalnya sebagai projek sampingan Nupedia, ensiklopedia bebas daring yang artikelnya ditulis oleh para ahli. Larry Sanger, yang mendirikan Nupedia bersama Jimmy Wales, melontarkan ide mengenai ensiklopedia berbasis wiki pada 10 Januari 2001 di milis Nupedia. Wikipedia dirilis pada tahun 2001 oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger, dan kini merupakan karya referensi paling besar, cepat berkembang, dan populer di Internet. Proyek Wikipedia bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan manusia.
Media sosial jenis ini sangat bermanfaat sekali dalam mencari berbagai informasi yang dibutuhkan. Seperti profesi seorang PR yang dituntut harus mempunyai wawasan yang luas, jenis media sosial ini sangat efektif untuk menambah ilmu pengetahuan.

2. Blogs and microblogs: (Twitter)
Microblogging adalah media penyiaran dalam bentuk blogging . Sebuah microblog berbeda dari sebuah blog tradisional dalam bahwa konten yang biasanya lebih kecil dalam ukuran file baik aktual dan agregat. Mikroblog memungkinkan pengguna untuk bertukar unsur-unsur kecil dari konten seperti kalimat-kalimat pendek, gambar individu, atau link video. Pesan-pesan kecil kadang-kadang disebut microposts.
Seperti blogging tradisional, microbloggers posting tentang topik mulai dari yang sederhana, seperti "apa yang saya lakukan sekarang," ke, tematik seperti "mobil sport." Microblogs komersial juga ada, untuk mempromosikan website, jasa dan / atau produk, dan untuk mempromosikan kerjasama dalam sebuah organisasi.
Beberapa layanan microblogging menawarkan fitur seperti pengaturan privasi, yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol siapa yang dapat membaca mikroblog mereka, atau cara-cara alternatif entri penerbitan selain antarmuka berbasis web. Ini mungkin termasuk pesan teks , pesan instan , e-mail , audio digital atau video digital .
Dalam perkembangannya, microbloging muncul setelah blog itu sendiri muncul. Microbloging di dalamnya mempunyai karakter yang terbatas hanya 140 karakter tetapi mempunyai keunggulan karena lebih cepat untuk memposting dan lebih dinamis dibandingkan blog. Karena kedinamisan itu dan mudah digunakan di perangkat handphone, oleh karena itu microbloging dan bloging itu sendiri dalam perkembangannya menjadi bagian dari layanan situs-situs sosial networking.
Dengan mudah di akses dimana saja melalui perangkat handphone, tentunya sangat bermanfaat bagi seorang profesi PR. Seorang PR bisa memposting sebuah informasi dengan lebih cepat dan dinamis dengan adanya microbloging tersebut.

3. Content communities: (Youtube)
Content Communities memungkinkan pengguna untuk berbagi materi multimedia online. Masyarakat konten populer termasuk YouTube , Flickr , dan SlideShare . Setelah mendaftar untuk account, individu meng-upload materi mereka, menggambarkan mereka, dan membuat mereka tersedia untuk umum. Pengunjung mencari komunitas konten berdasarkan kata kunci, berlangganan kepada pengguna individu, dan memberikan umpan balik pada konten.
Media sosial jenis ini juga mempermudah pekerjaan sebagai PR, dimana seorang PR bisa menupload atau mendownload sebuah informasi yang berguna untuk kepentingannya. Content Comunnities dalam perkembangannya saat ini berkembang sangat pesat dari awal pembuatannya yaitu tahun 2005 sampai sekarang ini.

4. Social networking sites: (Facebook)
Siapa yang tidak mengenal situs facebook pada saat ini, tentunya semua orang sudah biasa mendengar kata facebook. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa paham dengan facebook. Facebook merupakan salah satu contoh jenis media sosial yaitu sosial networking sites.
Dari perkembangannya jaringan sosial yang pertama kali muncul pada tahun 1997 bernama SixDegrees.com yang memungkinkan pengguna untuk membuat profil, daftar teman mereka dan, mulai tahun 1998, surfing daftar teman. Semakin bertambahnya tahun semakin berkembang pula lah jaringan sosial ini. Dan yang saat ini populer adalah salah satu contohnya facebook.
Selain untuk ajang sosial di media maya, jaringan sosial saat ini berkembang menjadi sebuah lahan bisnis di dalamnya. Peran seorang PR pun tak pelak sangat dibutuhkan, dengan strategi-strategi marketing yang dimiliki seorang PR, menggunakan jaringan sosial ini merupakan langkah baru yang sangat efektif pada saat ini.

5. Virtual game worlds: (World of Warcraft)
Sebuah permainan atau game tentu diciptakan untuk menghibur para penggunanya. Dari masa ke masa perkembangan game semakin berkembang dari mulai permainan yang sangat sederhana sampai sekarang menggunakan teknologi yang sangat canggih.
Begitu juga saat ini virtual game worlds saat ini sangat diminati oleh kalangan penggemar game online. Virtual game online adalah komunitas online yang mengambil bentuk lingkungan berbasis komputer simulasi melalui mana pengguna dapat berinteraksi satu sama lain dan menggunakan dan membuat objek. Istilah sebagian besar telah menjadi identik dengan lingkungan 3D interaktif virtual, di mana pengguna mengambil bentuk avatar terlihat oleh orang lain. ini avatar biasanya muncul sebagai tekstual, dua-dimensi, atau tiga-dimensi representasi, meskipun bentuk-bentuk lain yang mungkin (pendengaran dan sentuhan sensasi misalnya). Dalam umum, dunia maya memungkinkan untuk beberapa pengguna.
Bila dihubungkan dengan sebuah profesi PR, produsen game saat ini sudah banyak mengeluarkan game-game virtual yang berbasis online untuk para penggunanya di seluruh dunia. Dalam mempromosikan game- game tersebut tentunya peran PR sangat dibutuhkan. Oleh karena itu virtual game worlds ini disebut sebagai salah satu jenis dari media sosial.

6. Virtual social worlds: (Second Life)
Sama seperti virtual game worlds, virtual sosial words ini adalah adalah komunitas online yang mengambil bentuk lingkungan berbasis komputer simulasi melalui mana pengguna dapat berinteraksi satu sama lain dan menggunakan dan membuat objek. Istilah sebagian besar telah menjadi identik dengan lingkungan 3D interaktif virtual, di mana pengguna mengambil bentuk avatar terlihat oleh orang lain. ini avatar biasanya muncul sebagai tekstual, dua-dimensi, atau tiga-dimensi representasi, meskipun bentuk-bentuk lain yang mungkin (pendengaran dan sentuhan sensasi misalnya). Dalam umum, dunia maya memungkinkan untuk beberapa pengguna.
Bila virtual game worlds mengkhususkan kepada game, virtual sosial worlds ini jelas untuk hiburan dan untuk mencoba hal-hal yang satu tidak mungkin ingin dilakukan di "kehidupan nyata" karena takut hukum, sosial atau moral konsekuensi.

Sumber :
http://ptkomunikasi.wordpress.com/2012/06/11/pengertian-media-sosial-peran-serta-fungsinya/
http://www.niamz.com/wikipedia-article268.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Microblogging
http://alpz.wordpress.com/2010/11/17/perbedaan-microblogging-dan-blog/
http://serc.carleton.edu/NAGTWorkshops/undergraduate_research/community.html
http://jcmc.indiana.edu/vol13/issue1/boyd.ellison.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_world\
http://www.aabri.com/manuscripts/10427.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s